Thursday, 16 July 2009

MUSAFIR CINTA

Bermula dari Iwan dan Deden yang menjadi pemantau pilpres di daerah kal-teng, terus jalan-jalan ke Palangkaraya dan berencana keliling banua lima/anam.
Berangkatlah dari Palangka menuju Banjarmasin dan tiba waktu magrib, lanjut lagi besok (Jumat) menuju Kandangan (rumah Hafizh), kira-kira jam 11 tiba di sana, jumatan disana, lanut lagi perjalanannya ke Barabai, setelah Ashar tiba singgah di rumah Ummi, minum-minum, berangkat lagi menuju Birayang tepatnya Desa Cukan Lipai (rumah Roni), bermalam di sana sambil menyusun rencana menuju Balangan menuju rumah pujaan hati Iwan di Hukai.
Jam 9 berangkat, sebelumnya singgah di Barabai di rumah keluarganya Deden. Kemudian go lagi menuju Balangan, disana aku mendapat pengalaman baru dimana Hafiz menyerahkan kemudinya ke Aku, padahal aku baru bisa pake kendaraan dan ga pernah bejalan jauh. Ya udah Bismillah. Lepas dari Ilung, Batu Mandi, masuk Paringin di sana jalannya WAH!!! Bagiku, aspal baru, licin, pengunungan, penuh liku-liku, aku merasa takut karena baru kali ini mengemudi motor dengan jalan yang turun tanjak, he. Sampai di Paringin masuk menuju Hukai.
Tak disangka ternyata terjadi miskomunikasi antara kami dengan Hafiz, yang pertama bertjuan ke Hukai di Kec. Juai, tapi Hafiz beranggapan Hukai letaknya setelah Halong, ia menghubungi temannya di sana (Arlong), kami juga kurang tahu ya ikut aja. Sampai di jembatan ternyata jauh terlewat jalan menuju Hukai, perut lapar, ya udah kita ikut Hafiz ke Halong, minum-minum sekitar 1 jam. Pasang jaket mau pamitan ternyata dicegat ortunya, katanya kunsumsi siang udah siap. He. Shalat zhuhur di sana, makan siang terus berangkat lagi menuju Hukai (rumah Eka) tidak lain tidak bukan adalah kekasih Iwan. Sempai disana minum-minum, terus pamitan mau pulang menuju Amuntai, kebetulan jalannya lewat Lampihong, kita putuskan lagi tuk mampir di rumah Yadi, minum-minum lagi, shalat ashar di sana, waktu mau pamitan kembali lagi disuguhi lontong, makan lagi bo!
Di sana lah kami diberi gelar Musafir Cinta, karena jauhnya perjalanan+miskomunikasi, sementara menuju Lampihong juga salah jalan (mengambil jalan yang jauh), he. Kemudian berangkat lagi menuju Amuntai, magrib baru tiba di sana, dan juga kami mengambil jalan yang jauh lagi sakit. Huogh!
Istirahat di sana sambil canda-canda menyusun rencana besok menuju Banjarmasin. Besoknya berangkat singgah di rumah Eek, di sana kami disuguhi kelapa muda yang diminum langsung dari buahnya, mengasyikkan. Lanjut lagi menuju rumah Hafiz, shalat zuhur di sana, makan siang, lanjut lagi perjalanannya menuju Banjarmasin.
Who! Pengalaman mengasyikkan.

Saturday, 27 June 2009

Struktur HMJ TMTK 2009-2010

STRUKTUR kepengurusan

Himpunanan mahasiswa jurusan

Tadris matematika

Fakultas tarbiyah

Iain antasari banjarmasin

2009-2010

Pelindung

Dekan FT

Penasihat

Ketua Jurusan

Ketua

Roniansyah

Wakil Ketua

M. Zulfiannor Fiqri

Sekretaris

Iwan Saputera

Hj. Husnul Fatimah

Bendahara

Fakhratul Millah

Nurul Muslimah

Divisi-divisi

Intelektual dan Bakat

Koor: M.Taufik

Haslati H.A

M. Gunawan S

Nur Fitriana

Nurhayani

Kerohanian & Kesejahteraan Lingkungan

Koor: Mahsunah

Rina Afifah Hayati

Ainur Ridha Ulfah

Taufikurrahman

Ashadi

Seni Dan Olahraga

Koor: Izzatul Muttaqin

Mariaturrahmi

Rahmi Firadausi

Ririn Handayani

Sosial dan Informatika

Koor: M. Rido

Della Novitasari

Hesan Lestia Mahdi

Mahbub

M. Halilurrahman

Tata Mading dan Perpustakaan

Koor: Mardhawati

Nor Azizah


Ilmiati

Hayatun Nufus


Saturday, 20 June 2009

KEBERSAMAAN BANGKITKAN ENERGI KEHIDUPAN


Hari jumat (12-06-2009) habis shalat jumat aku jatuh sakit maagnya kambuh, pulang dari masji langsung berbaring kepala mulai pusing, tidak lama kemudian muntah, semua makanan yang dimakan sebelumnya keluar abis. Setelah itu ga bisa ngisi perut dan bangun.
Sorenya masih pusing rasan mutar-mutar, tapi dipaksakan untuk pergi berobat belum nyampe rumah mantri(bidan) kembali muntah. Lalu diperiksa katanya maag, en tipesnya hapir nyerang. Mungkin ini disebabkan karena pagi tidak makan karena masih merasa kenyang, tengah malamnya makan ampe pagi kenyangnya. Perut kosong lalu mampir beli pentol, nah itulah awal mulanya. Dan perut berontak.
Padahal hari itu ada kuliah terakhir, malam harinya pelantikan pketua HMJ/BEM, sabtu ada final psikologi pendidikan. Alahamdulillah jam 4 subuh bisa bangun, coba isi perut dengan roti dan minum obat. Setelah dating dari rumah bidan aku coba minum, tapi muntah lagi artinya perut ga bisa diisi, ya udah kasih kabar ke ortu minta dating kesini takutnya ada hal-hal yang tak diinginkan.
Pagi sabtu keaadan mulai membaik, udah bisa makan dan bisa mengikuti final test. Padahal sebelumnya kepala masih terasa pusing, tapi dipaksa aja, karena penyakit tu jangan dimanja.
Sesampai di kampus ketemu teman-teman bercanda ria, sementara ada pertemuan terakhir HMJ 08-09 (selamatan), disana teman-teman memberikan support kepada saya dalam menjabat ketua HMJ yang baru serta memuji kepengurusan kami. Disanalah aku merasa lebih sehat dan bersemangat, terasa ada energi tambahan yang menghampiri.
Terima kasih semuanya.

Saturday, 6 June 2009

EMOSI SANG PEMIMPIN DIUJI




EMOSI SANG PEMIMPIN DIUJI

Beberapa hari yang lalu saya memberanikan diri untuk menjadi calon ketua HMJ TMT, dan Alhamdulillah saya terpilih (karena calon tunggal). Tanggal 2 Juni 2009 bertepatan hari selasa jam 17.00 wita saya memanggil teman-teman lain untuk menjadi pengurus dalam hmj tmtk, yang semula dijadwalkan jam 16.30 tapi molor ke jam 17.00. saya sempat kesal dan suasana jadi tegang, tapi saya berusaha untuk mengendalikan suasana, dan dilanjutkan dengan perkenalan antar pengurus satu persatu setelah itu ada yang komplen karena merasa tidak cocok di bagian yang diberikan.

Dengan kejadian itu Alhamdulillah saya bisa mengendalikan emosi dan tidak memutuskan dalam forum tersebut (keadaan rancu), tanpa rencana konflik yang lama yang dulunya canda kini jadi bencana, tak bisa dihindarkan dan akhirnya sampai ke puncak sehingga mengucurkan air mata.

Sebelumnya kami menyusun dan merotasi pengurus sampai jam 12 malam, tapi masih ada yang komplen dengan bagian yang diberikan Karen tidak cocok dengan rekan kerja, dan mengancam untuk keluar dari kepengurusan, kembali emosi saya diuji dan saya bisa hingga akhirnya tidak mengambil keputusan sepihak. Kemudian saya minta saran, pendapat dengan rekan-rekan yang lain, daptlah satu keputusan yaitu perombakan struktur dan disepakati bersama.

Tak disangka masih ada masalah, yaitu ………., mungkin dia merasa bersalah atas kekacauan di forum rapat sore selasa kemaren dan ia ingin keluar dari pengurus, kembali lagi emosi diuji, kembali minta pendapat teman-teman, kami tidak ingin mengeluarkan pengurus, Karena keluar dari masalah tidak akan menyelesaikan maslah. Kami mencoba menyelesaikannya dengan mengajak bicara-bicara, akhirnya bisa. Tapi ada saja lagi yang ingin keluar, orang ini sangat dibutuhkan. Kembali lagi uian emosi. Saya mencoba mengendalikannya, dan diputuskan untuk melepaskan pikiran hmj beberapa hari, mungkin ia juga memikirkan masalah-masalah kemaren. Malam hari ku coba kirim sms dan akhirnya dia luntur dan bersedia kembali untuk berjuang bersama. Dia beralasan mengeluarkan kata-kata ingin keluar karena ada tamu bulan yang dating sehingga pikiran pun jadi rancu.

Belum lagi ada teman-tteman lain yang ingin masuk hmj, oooooouuugh!!!!!!!

Dari sini banyak mendaptkan pelajaran yang dapat saya ambil, diantarnya:

1. kita harus bisa menerima dan menanggapi aspirasi orang lain

2. jangan mengambil keputusan disaat keadaan rancu, terlebih dalam diri kita. Ikuti kata hati kecil kita. Lebih baik terlambat daripada cepat namun tak tepat.

3. sabar dalam menghadpi mitra kerja

4. hadapi masalah jangan lari dari masalah.

Alhamdulillah masalah sudah berlalu, semoga cobaan ini dapat mempererat dan memberikan semangat baru dalam melaksanakan kegiatan yang lebih bik dan kreatif.

Special thanks to:

  1. iwan,izzatul,eek yang telah membantu dalam menyusun pengurus hmj, izzatul makasih atas solusinya, iwan kegokilan kita masih diharapkan, eek kegilaanmu bikin hmj diperhitungkan dan diidamkan.
  2. husnul, kata-kata lembut, saran, soluisi, dan senyum serta tahi lalatnya aku suka tiu.
  3. upik, semangat dan pemikirannya oke punya
  4. mardha, sunah, rina, imel, astil dukungan kalian membuat aku terus bersemangat
  5. adi, yang memberikan semangat kepada kami
  6. habib, canda gurau dan sarannya oke banget.
  7. ami, bualan oke punya
  8. teman-teman hmj 08-09 thank udah memberikan kepecayaan yang lebih
  9. nufus, empit, maksih atas bantuannya dalm tugas-tugas kuliah.
  10. kawan-kawan matematika (mitramatika) thanks a lot

Saturday, 30 May 2009

CALON KETUA HMJ TMTK 2009-2010

CALON KETUA HMJ TMTK 2009-2010 VISI dan MISI

VISI:

MEWUJUDKAN

MATEMATIKA BUNGAS

(Beberkat, Utama, diiNGAt Semua orang)

MISI:

  1. BERTANGGUNG JAWAB, PROFESIONAL, DAN BERAKHLAK MULIA.
  2. MENCIPTAKAN KEGIATAN YANG KREATIF DAN MENYENANGKAN
  3. MENGADAKAN PELAYANAN, INFORMASI, DAN APRESIASI.
  4. MENANAMKAN JIWA PEDULI TERHADAP MASYARAKAT.

Mohon Doa,  Dukungan, dan KerjasamaRoniansyah
APA YANG HARUS DILAKUKAN HMJ TMTK

UNTUK TADRIS MATEMATIKA????[*]



[*] Tulis jawaban teman-teman berupa saran, dukungan, dll. Dan serahkan kepada ketua kelas masing-masing!

Kami tunggu sebelm PEMUNGUTAN suara.

Tuesday, 12 May 2009

curhat

CURHAT
SULITNYA MENUMBUHKAN JIWA SOSIAL
KARENA MINDER, GENGSI, DAN PERHITUNGAN.

Permasalahan ini menjadi masalah besar bagi aku sendiri, dimana kadang-kadang kita malas membantu seseoran, mengacuhkannya. Belum lagi dengan teman-teman misalnya dalam organisasi ataupun lainnya. Kita sering merasa bekerja sendirian dan yang lainnya cuek abis. Sehingga sering mengeluarkan sindiran berupa perbuatan, aku tidak berani dengan kata-kat atau dari hati-ke hati, aku coba bersabar walaupun perhitungan itu sering muncul.
Semenjak sekolah di Darul Hijrah, aku merasa kurang akrab dengan teman-teman di kampung, mungkin disebabkan berbagai faktor misalnya jarang bergaul karena jarak yang jauh, pendidikan juga misalnya.
Aku merasa minder berteman dengan mereka disamping mereka jalan-jalannya mereka dengan kendaraan, sementara kita masih naik sepeda. Bukannya mereka tidak mau menemani kita tapi kita yang merasa minder.
Sementara gengsi masih menempel dalam jiwa, sudah berusaha untuk menghalaunya namunku takbisa. He9
Sistem di pondok agak sedikit keras, dimana disiplin yang ketat dan yang menlankannya adalah santri itu sendiri, bisa disebut santri mengurus santri. Dari sinilah rasanya susah akrab dengan adik kelas ataupun senior kita, dimana mereka pernah menguru kita dan sebaliknya. Ini bukan kesalah system atau yang lainnya, ini kesalahanku yang tak bisa membawa diri mengikuti arus. Padahal kita dididik untuk berjiwa social yang tinggi.
Disamping ketidak nyaman tersebut terselubung keakraban yang amat sangat dalam pada marhalah atau angkata kelas kita.
Maaf kalau isinya agak/kurang nyambung, tapi ini masala yang dikeluarakan ddengan emosi diri aku.
Ini adalah curhatku kepada teman-teman,
Could you help me??????????

MENAKAR CALEG!

WAKIL RAKYAT ATAU WAKIL KELUARGA?

Hari berganti hari hingga bangsa kita kembali dihadapkan pada pesta demokrasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Dalam dua dekade terakhir ini kita memilih langsung pemimpin (preseden) dan wakil rakyat (MPR dan DPR) bangsa kita yang diharapkan dapat memperjuangkan nasib rakyat Indonesia menjadi lebih baik.

Pada tanggal 09 April 2009 lalu kita telah melaksanakan pemilu legeslatif, sebelumnya kita sudah melihat kampanye partai-partai politik di berbagai daerah di Indonesia, tak kalah dengan konser musik yang banyak terjadi kericuhan.

Sebelumnya juga terpapang bebas atribut-atribut partai, foto-foto caleg yang menghiasi pinggiran kota dan perkampungan. Pemerintah sekarang adu mulut dan saling berdorongan dengan warga yang tinggal dipinggiran kota karena dianggap merusak tatanan kota, tapi foto-foto caleg dan atribut-atribut partai yang merusak tatanan kota dibiarkan saja terpajang bebas lepas.

Foto-foto tersebut terpapang gagah, berwibawa, penuh janji, kata-kata indah, dan kepasrahan kepada masyarakat sebagai salahsatu bentuk promosi diri yang ampuh. Tak sedikit caleg sekarang itu berasal dari keluarga kaya bahkan ada anak dari pimpinan partai baik pusat, wilayah maupun daerah.

Orang-orang tersebut tidak tahu menahu tentang masyarakat setempat, tapi sekarang mudah mengubar-ubar foto-fot untuk di conterng pada pemilu legeslatif, misalnya caleg wanita apakh pernah ikut arisan ibu-ibu di kompleks setempat atau di kampong halamanya, caleg dari pria apakah pernah atau sering memakmurkan masjid, menyumbang pembangunanya, gotong royong dengan masyarakat sebelum mendaftarkan diri menjadi caleg?

Pantaskah kita memilihnya?

Caleg kita sekarang wakil rakyat atau wakil keluarga?