Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Monday, 15 April 2013

Kepedulian Kita Menyalamatkan Mereka



Dalam perjalan menuju ke tempat kerja, terlihat lampu merah menyala disalah satu pertigaan  jalan utama kota Banjarmasin. Sayapun berhenti di bagian kanan jalan, saya terkejut melihat ada seorang balita yang sedang tiduran di bawah pohon yang tertanam di tengah pembatas pembatas jalan, ia dikipasi oleh seorang perempuan dengan kerudung warna cokelat, baju bermotif bunga dengan warna hitam putih, serta celana panjang yang menutupi kakinya. Di sisi lain ada 2 orang anak seusia anak SD, mereka memegang gelas bekas air mineral seraya menadahkannya kepada orang-orang yang berhenti di lampu merah tersebut.

Wednesday, 20 March 2013

TILANG (Tindak peLANGgar)



Dua hari terakhir saya tertarik untuk menulis dengan mengaitkan kinerja Polisi, ya bukan berarti kita lebih hebat dari polisi, hee. Cuma sekedar share kondisi kita dengan kinerja Pak Polisi, peace dlu dah buat Pak Polisi.

Kali ini saya sangat tertarik dengan pernyataan Kapolri tentang “Tilang”, pernyataan tersebut dimuat dalam halaman utama B.Post Edisi Rabu, 20 Maret 2013. Beliau meminta kepada pihak  terkait jangan terlalu mudah untuk melakukan “tilang” kepada masyarakat yang sedang berkendara. Selanjutnya beliau meminta pihak yang bersangkutan untuk persuasif dan ramah dalam melakukan tindakan kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Perihal “tilang” ini kerap kali dianggap sebagai prestasi bagi polisi satlantas, namun tidak bagi Pa Kapolri. Lain lagi di mata masyarakat, hal tersebut dinilai sebagai “cari-cari” duit, ini bukan tanpa alasan Pa Kepala Korlantaspun mengakui hal tersebut.

Dengan kejadian ini membuat sebagian merasa was-was atau takut dalam melakukan perjalan, selan itu berdampak negatif bagi kepolisian itu sendiri. Mereka seolah-olah menjadi musuh masyarakat yang dianggap bertindak semaunya perihal “tilang”.

Fenomena BBM Part 2 (Mengatasi Pengecer)


Berbicara masalah fenomena yang ada di Indonesia tidak ada habisnya, mulai dari fenomena alam, potret pejabat negeri, higga potret masyarakat. Hal yang wajar jika Indonesia tergolong Negara yang kaya, kaya akan fenomena. Kali ini saya akan kembali berbicara masalah fenomena yang ada di Indonesia, tidak jauh dari permasalahan mendasara negeri kita, yaitu permasalahan “ekonomi”.




Seperti yang kita ketahui, fenomena BBM tidak kunjung normal apalagi teratasi, terlebih didaerah Kalimantan Selatan. Seiring isu terkait pengurang jatah BBM hingga kenaikan harga BBM, SPBU2 diramaikan bak pasar oleh pelangsir yang memanfaatkan suasana. Sebelumnya hingga sekarang bawang menjadi primadona, dengan melonjaknya harga di pasaran yang mencapai kenaikan hingga 600%. Kondisi ini tidak serta merta menguntungkan pihak utama, yaitu petani. Mereka tetap saja merasakan hal yang sama seperti sebelumnya. lantas siapa yang diuntungkan dari fenomena ini? Rakyat? Sudah tentu bukan.

Kembali ke permasalahan BBM, akhir-akhir ini antrean di SPBU Kalimantan Selatan mengalami peningkatan pengantre atau pelangsir. Kendaraan dengan tangki bensin yang lebih besar mendominasi antrean tersebut, yang sebelumnya truk tidak putus-putus berjejer di SPBU2. Hal ini tentunya kembali membuat resah sebagian masyarakat yang membutuhkan BBM, mengingat harga eceran yang mahal.

Selanjutnya, saya melihat berita di harian B.Post edisi selasa, 19 maret 2013 hal 17, disebutkan bahwa pelangsir  BBM di Tabalong tuntut keadilan, mereka datang ke DPRD dan sekarang ke Kantor Bupati untuk menuntut keadilan, yaitu mencabut pembatasan pembelian premium yang diberlakukan di SPBU, lantas keadilan untuk siapa yang mereka perjuangkan? Selanjutnya di halaman 19, ada yang mengususlkan BBM khusus pengecer atau pengecer harus memiliki ijin dari Pemkab, seolah-olah melangsir menjadi usaha sebagian masyarakat yang perlu dilegalkan. Memang tidak salah jika sebagian orang menjual bensin secara eceran, namun jejeran eceran bensin di sepanjang jalan khususnya di kota besar, wajarkah hal demikian?

Apa yang terjadi? Memang kalau kita cermati, para pengecer menggantungkan hidupnya di sana. Namun bagaimana dengan masyarakat lainnya? Haruskah membeli bensin dengan harga yang mahal? Kita juga sama-sama membutuhkannya untuk beraktivitas dan menggantungkan kehidupan. “Ekonomi” itulah alasan pamungkas yang membuat fenomena ini terjadi.

Tuesday, 12 February 2013

Manusia Adalah “PELAYAN”

Kita sering mendengar istilah “Tamu adalah Raja”, artinya kita harus memulikan tamu. Dengan begitu kita akan mendapat kesan yang baik dari tamu kita. Dalam hal ini, bukannya kita sebagai tamu lantas berbuat seenak hati bak “Raja” yang dilayani. Tidak tahu malu itu namanya. Hiiii!

Buat “Raja” yang tidak tahu malu, kita juga pernah  bahkan mendengar istilah “Raja adalah Pelayan Rakyat”, artinya Raja yang baik ia akan bekerja melayani rakyat, mendengarkan dan menampung aspirasi rakyat, serta mengutakaman mereka dengan diatas kepentingan pribadinya sendiri.

Dari kedua istilah tersebut terlihat bahwa, adanya keseimbangan antar kita yaitu sebagai “pelayan”. Sekarang kita lihat lagi fenomena kehidupan yang kita jalani, misalnya kita sebagai pegawai dianggap sebagai Raja jika berhadapan dengan masyarakat biasa dalam memberikan jasa bagi mereka, namun mereka juga seorang pelayan bagi Raja yang lain yaitu pejabat dan juga pelayang bagi masyarakat.

Kita memerlukan jasa untuk membantu pekerjaan kita, mereka juga memerlukan jasa kita dalam berurusan dengan administrasi Negara. Begitu juga Pejabat Negara sebagai “Raja” yang lebih tinggi, namun juga tetap sebagai seorang pelayan bagi pegawai dan rakyat yang dipimpinnya.

Lantas siapa kita? Kita manusia, manusia adalah pelayan baik menjadi seorang Raja atau hanya rakyat biasa. Yang membedakan hanyalah ego kita yang mementingkan diri kita sendiri atau golongan. Singkatnya kita mau jadi Manusia sebagai Raja/Masyarkat yang mulia yang dihormati sesama, atau Raja/Masyarakat yang tidak tahu malu, maunya dilayani dan tidak mau melayani, yang dihormati namun dibenci? Kitalah yang menjawabnya.
Wallahu’alam.

Sumber Foto: wapday.com

Tuesday, 5 February 2013

RAHASIA TERAPI WAKTU SHALAT MENURUT ILMU CHINA


Sadarkah Anda?

Gerakan yang Anda selalu lakukan ketika shalat, baik itu ruku', sujud, maupun duduk merupakan gerakan yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sisi medis, salat merupakan obat dari berbagai jenis penyakit.

Ilmuwan China pun mengungkapkan berbagai macam manfaat sholat bagi kesehatan berdasarkan waktu pelaksanaannya.

Maka itu, tak mengherankan bila di dalam Al-Qur'an ada tidak kurang dari 40 ayat yang menjabarkan shalat.



Ada gerakan shalat menghubungkan ibadah dengan doa, keluarga, ekonomi, dan waktu. Namun, kenapa Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk salat lima waktu? Menurut penelitian dari ilmuwan China, tergambar jelas alasan Allah menetapkan waktu-waktu shalat.

1. Shalat Subuh
Pukul 05.00-06.00 saat shalat Subuh merupakan waktu yang abik untuk menerapi pencernaan.

2. Shalat Dzuhur
Pada waktu shalat Dzuhur, ada energi api yang keluar pada dari pukul 12.00 WIB sampai sore yang bermanfaat bagi jantung dan ginjal.

3. Shalat Ashar
Dalam gerakan shalat Ashar, terdapat siklus dari panas ke dingin yang berguna bagi terapi kandung kemih. Secara alamiah, gerakan shalat Ashar ternyata memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh kita.

Wednesday, 30 January 2013

Ciuman Bukan Sekadar Pemicu Gairah (Manfaat Lain Berciuman)

Ciuman tak hanya bisa membuat hubungan Anda jadi lebih romantis, tapi juga bisa menjaga kesehatan Anda.

Ciuman, tergantung di mana Anda memberikannya, bisa memberikan beberapa makna. Ciuman pada pipi dan kening bisa menunjukkan rasa sayang. Sedangkan ciuman pada bibir, leher, atau belakang telinga, bisa menunjukkan gairah seksual. Oleh sebab itu, ciuman di bagian ini biasanya dilakukan sebagai foreplay atau "makanan pembuka" untuk sesi bercinta.



Namun ciuman jenis apa pun sebenarnya bisa membuat Anda dan pasangan lebih sehat secara fisik dan mental. Ingin tahu buktinya?

1. Meningkatkan imunitas
Berciuman bisa meningkatkan kekebalan tubuh perempuan dari berkembangnya Cytomegalovirus selama kehamilan. Serangan virus ini bisa menyebabkan kebutaan pada bayi dan cacat lahir. Apa penyebabnya?

Ketika berciuman, Anda dan pasangan akan menjadi lebih bergairah. Gairah ini akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh Anda dan memperkecil peluang sakit. Menurut Dr. Colin Hendrie, ciuman bisa membantu memberi perlindungan terbaik pada perempuan selama enam bulan dari serangan virus ini.

2. Membakar kalori
Berdasarkan beberapa studi yang pernah dilakukan, berciuman bisa membantu membakar kalori tubuh antara 2-6 kalori per menit. Nah, kalau Anda berciuman selama 10 menit nonstop, setidaknya Anda sudah membakar 20-60 kalori. Lumayan kan? Anda tinggal menambahkan aktivitas fisik lainnya untuk meningkatkan pembakaran kalori sampai 100 kalori.

Thursday, 27 December 2012

Mengapa Wanita Segan Menyatakan Cinta Duluan?



Wanita, tak habis untuk diperbicangkan. Kadang-kadang juga memiliki misteri tersendiri. Satu permasalahan klasik yang masih diangap sebagai gengsi yang besar bagi mereka, yaitu “menyatakan perasaan terlebih dahulu”. Penulis menyadari hal tersebut, kita sebagai lelaki seharusnya menghargai kegensiaan mereka, kita lebih baiknya menyatakan perasaan kita kalau sudah sama-sama suka. Heeeee !!
Namun ada beberapa mitos dan fakta kenapa wanita itu mengapa wanita itu segan menyatakan perasaan duluan, seperti yang kita kutip dari vemale.com. Berikut kita kupas satu persatu.


Sunday, 23 December 2012

Kindai Orang Bungas

Kindai adalah sebuah kata berasala dari Banjar atau Hulu Sungai
Yang artinya adalah sebuha tempat/wadah berbentuk kubus yang digunakan untuk menyimpan
Padi hasil panen, sehinga padi tersebut dapat digunakan kapan saja, baik digiling ataupun dijual.

Bungas, juga kata yang berasal dari bahasa Banjar yang artinya cantik, elok, tampan.
Dalam hal ini Bungas lebih dari itu, Bungas : Beberkat berkasih sayang Untuk Semua orang

Saturday, 22 December 2012

HMJ PMTK in Memory (Baksos Marabahan)

tulakan, tu, senyum2 ha
gee b'apa tu uiiy
cerius bgt,,,
Band dengan personel terbanayak, saingan Preketww Voicee
menikmati pagi hari, wayoo
Santai lahhh,
Album Baksos bisa download di sini:
http://www.box.net/shared/gfhi87uzoa
prestasi dan seminar ikuti link ini:
http://www.box.net/shared/e9eq660gvk

CURHAT SULITNYA MENUMBUHKAN JIWA SOSIAL KARENA MINDER, GENGSI, DAN PERHITUNGAN.


Permasalahan ini menjadi masalah besar bagi aku sendiri, dimana kadang-kadang kita malas membantu seseoran, mengacuhkannya. Belum lagi dengan teman-teman misalnya dalam organisasi ataupun lainnya. Kita sering merasa bekerja sendirian dan yang lainnya cuek abis. Sehingga sering mengeluarkan sindiran berupa perbuatan, aku tidak berani dengan kata-kat atau dari hati-ke hati, aku coba bersabar walaupun perhitungan itu sering muncul.
Semenjak sekolah di Darul Hijrah, aku merasa kurang akrab dengan teman-teman di kampung, mungkin disebabkan berbagai faktor misalnya jarang bergaul karena jarak yang jauh, pendidikan juga misalnya.
Aku merasa minder berteman dengan mereka disamping mereka jalan-jalannya mereka dengan kendaraan, sementara kita masih naik sepeda. Bukannya mereka tidak mau menemani kita tapi kita yang merasa minder.
Sementara gengsi masih menempel dalam jiwa, sudah berusaha untuk menghalaunya namunku takbisa. He9
Sistem di pondok agak sedikit keras, dimana disiplin yang ketat dan yang menlankannya adalah santri itu sendiri, bisa disebut santri mengurus santri. Dari sinilah rasanya susah akrab dengan adik kelas ataupun senior kita, dimana mereka pernah menguru kita dan sebaliknya. Ini bukan kesalah system atau yang lainnya, ini kesalahanku yang tak bisa membawa diri mengikuti arus. Padahal kita dididik untuk berjiwa social yang tinggi.
Disamping ketidak nyaman tersebut terselubung keakraban yang amat sangat dalam pada marhalah atau angkata kelas kita.
Maaf kalau isinya agak/kurang nyambung, tapi ini masala yang dikeluarakan ddengan emosi diri aku.
Ini adalah curhatku kepada teman-teman,
Could you help me??????????

Jadikan Islam sebagai Pegangan, bukan Sandaran

Berbagai kejadian kembali bergeliat di Indonesia, terlebih mengatasnamakan Agama, yaitu Islam dalam membela diri. Menurut pengamatan penulis, isu yang terbaru mulai dari PEMILUKADA DKI Jakarta. Putaran pertamapun berakhir yang menyisakan 2 pasangan kandidat yang meneruskan pertarungannya di putaran ke-2 karena mendapatkan suara yang melebihi dari ketentuan.

Kampanyepun mulai gempur dilakukan kedua pasangan, yaitu Foke dan Jokowi. Disela-sela kampanye, terdengar suara yang menyerukan kepada warga Jakarta untuk memilih pasangan yang seiman, dimana salah satu pasangan memiliki wakil yang nonmuslim. Tak lama setelah itu, ketua DPR RI Marzuki Ale juga menyerukan suara yang sama, untuk memilih pemimpin yang seiman atau sesame muslim. Pertanyaan dibenak saya, kenapa suara itu muncul saat putaran kedua yang menyisakan 2 kandidat? Dimana suara mereka saat putara petama dan pemilu-pemilu sebelumnya? bukannya saya tidak setuju dengan pendapat mereka, cuma tidak sesuai dengan “waktu dan tempat”.

Permasalahan dari kalangan birokratpun kembali bergeliat, pelakunya adalah Bupati Garut yang dikenal dengan Aceng Fikri. Ia melakukan pernikahan siri yang singkat, gelombang demonstrasipun disuarakan masyarakan yang mengecam perbuatannya serta menuntutnya untuk mundur dari jabatannya. Dalam kejadian itu, terdengar ia menyebutkana bahwa “sahabat Nabi” juga ada seperti itu, artinya melakukan pernikahan singkat. Kembali pertanyaan besar sembari diiringi rasa kesal, kenapa waktu kepepet membawa nama Islam sebagai pembelaan? Kemudian jika ingin mengikuti/mengatas namakan  Sahabat Nabi,  apakah ibadah kita sudah sama atau mendekati dengan Sahabat Nabi tersebut?

Dari artikel saya yang sederhana ini, menyuarakan kepada kita semua untuk menjadikan Islam sebagai pegangan kita menjalani kehidupan, bukan sebagai pembelaan atau sandaran semata. Wallahu’alam.

sumber: foto: thereadinggroupmalaysia.blogspot.com

Tuesday, 18 December 2012

Kisah Bambu dan Bunga Mawar

Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta
Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.

Monday, 17 December 2012

Beruntung Menjadi Pria Possesif dan Wanita yang Memulikinya

Memiliki pasangan yang posesif tak selamanya jelek. Sekalipun ia tampak seperti seseorang yang tak menyenangkan, masih ada beberapa sisi positif yang terkadang membuatnya manis. Namun jang over juga, karena bisa jadi tidak menyenangkan atau nyaman dan bahkan merebut hak wanita.
Namun ada beberapa beberapa hal positif dari sisi posesif pria yang dapat dimanfaatkan untuk kelasngsungan hubungan:
  
1. Mudah dibuat cemburu (Bagi cewek bisa senyum-senyum sendiri)

Berani bertaruh, selalu ada jeritan dan lonjakan kecil 'YES' di dalam hati ketika tahu si dia cemburu terhadap Anda. Bukan begitu ladies? Dan pria posesif ini gampang dibuat cemburu, dan gampang juga dikendalikan. Anda bisa merasa selalu disayang dan seperti permata baginya.

2. Figur kebapakan (Gue Bangets)

Thursday, 20 September 2012

Blogger Sehat: Mobilisasi Siswa dengan Mobile Blogging

aghofur. Gerakan internet sehat anak SMA dengan mobilisasi siswa melalui mobile blogging menuju blogger sehat.
Sepertinya menjadikan pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan aktifitas blogging akan menjadi pekerjaan sehari-hari siswa/i saya dalam satu tahun ke depan ini. Keputusan ini sudah saya canangkan sejak sebelum awal tahun ajaran baru dimulai.
Meski bukan barang baru, aktifitas blogging yang biasa hanya saya wajibkan pada komunitas Pencinta Teknologi Informasi (PENITI) SMAN 11 Surabaya, juga pada siswa kelas 12 di awal-awal saya mengajar dulu, kali ini pola implementasinya akan berubah dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Jika dahulu, Gerakan internet sehat anak SMA ini saya lakukan dengan mobilisasi siswa dengan meminta satu siswa memiliki satu blog, maka sepertinya itu kurang efektif dan lebih berpotensi membuang subdomain karena banyak yang setelah lulus tak lagi menggunakan blognya.
Kali ini satu kelas satu blog dengan pengisi kontennya anggota kelas secara keseluruhan. Diharapkan blog kelas akan terus terisi dan tidak pernah vakum, meski harus terpisah pascakelulusan. Loh, kok bisa?
Pasti bisa, karena beberapa faktor penting yang sudah jauh berbeda kondisinya dibandingkan 5 tahun sebelumnya. Mobile Blogging adalah kuncinya. Perkembangan teknologi kini memungkinkan seseorang untuk membuat artkel dan mem-publish artikelnya melalui hp atau gadget apa saja yang dimiliki, semudah memperbarui status facebook dan berkicau di twitter.
Belum lagi faktor tarif operator paket data internet yang semakin murah tidak seperti lima tahun sebelumnya. Begitupun dari sisi device yang makin terjangkau oleh orang tua siswa untuk membekali putra/i-nya dengan handphone berfitur lumayan lengkap.
Didukung oleh kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Surabaya yang menggratiskan biaya pendidikan dari SD hingga SMA (khususnya sekolah negeri) melalui BOS dan BOPDA. Kebijakan ini tentu melonggarkan ekonomi orang tua dalam pengalokasian biaya pendidikan untuk menunjang kebutuhan lain bagi putra/i-nya.
Mobilisasi Mobile Blogging kepada siswa membutuhkan kenekatan untuk menyimpang dari kurikulum yang sudah ditetapkan. Gerakan internet sehat anak SMA dalam bentuk blogging menuju blogger sehat tak lepas dari upaya menumbuhkan semangat menulis di kalangan siswa, semangat mengabadikan pengetahuan, mengoleksi ide-ide, membagi informasi yang dimiliki, dan juga sebagai bentuk aktualisasi diri dalam bentuk kontribusi konten positif untuk dunia online.
Masih banyak faktor lain yang mengubah pola pengajaran saya dari konvensional, ke modern, lantas berbasis asas kebermanfaatan memanfaatkan perangkat seadanya. Semuanya dalam koridor pemanfaatan teknologi dalam menopang keseharian. Handphone sebagai perangkat yang dianggap mengganggu pelajaran, hingga Pemerintah Kota sampai turun tangan mengeluarkan himbauan untuk mewajibkan siswa tidak boleh ber-handphone, maka di kelas saya, menjadi sesuatu yang wajib dibawa sebagai bentuk optimalisasi peran gadget/device dalam dunia pendidikan secara positif dalam bingkai gerakan internet sehat anak SMA.
Semoga dunia pendidikan (baik infrastruktur dan suprastrukturnya, perangkat kebijakan dan mindset SDM-nya) terus berevolusi dan berkembang serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Itulah kenapa saya kemudian sulit diprediksi apakah perangkat materi pembelajaran saya akan sama tiap tahunnya? Jawabannya pasti SAK KAREP-ku dhewe. :D

Wednesday, 19 September 2012

Fantastic Ronaldo, Real Madri vs Manchester City 3-2

Benar-benar fantastic el-Real, selama 90 menit begitu menegangkan. ke dua tim Real Madrid dan Manchester City bermain apik. Konflik pun dimulai di meti 60, dimana Eden Dzeko berhasil mencetak gol memanfaatkan kelengahan barisan belakan el-Real (0-1), tak berselang lama Marcelo berhassil menyamamakan kedudukan dengan gol indahnya (1-1). ketegangan kembali tersa ketika menit 85 Kolarov berhasil menyarangkan gol lewat tencangan bebas (1-2), semenit kemudian Benzema berhasil menghidupkan suasan santiago bernabue dengan golnya (2-2). Akhirnya aktor utama muncul (C. Ronaldo) di menit 90, dengan tendangan khasnya berhasil membobol gawang Joe Hart (3-2).

Fantastic Ronaldo itulah yang pantass untuk pertandingan kali ini. Bravo.

Selengakpanya Hasil Pertandingan Liga Champion Rabu 19 September 2012Real Madrid vs Manchester City 3-2

Monday, 30 April 2012

DISAYANG KARENA MENULIS KOMENTAR DI BANJARMASIN POST

Hampir dua bulan saya bekerja di salah satu SD di Banjarmasin sebagai guru honorer. Dalam rentang waktu tersebut saya merasa masih kurang akrab, malu-malu, dan kurang frendly dengan guru-guru dan pegawai di sana, istilah sekarang, belum ada “chemestry”.

Menulis memang mengasikkan, ya walau sekedar status di facebook atau twitter semata. Jika tulisan kita “menarik” baik dari berbagai sisi, maka banyak yang menyukai dan mengomentarinya, walau kita beranggapan tulisan tersebut sekedar iseng-iseng belaka, inspirasi tiba-tiba, atau secara tidak disengaja.

Banyak orang menulis khususnya cerita kesehariannya di buku catatan pribadi (diary), yang ternyata hal sederhana tersebut bisa menjadi buku, buku tersebut bisa dibuat sebuah film, sebut saja seperti “laskar pelangi” dan “negeri 5 menara”. Lain halnya dengan Pa Dahlan Iskan, waktu beliau menjabat sebagai Dirut PLN beliau memimpin dengan sebuah tulisan yang dituangkan dalam sebuah note, dan catatan beliaupun menjadi sebuah buku.

Beberapa semester kuliah (Jurusan PMTK IAIN Antasari), saya mulai akrab dengan harian B.Post. Selain penyajian berita yang menarik, saya tertarik dengan bagian “mimbar opini” yang ternyata ada bebarapa kali tulisan tersebut berasal dari dosen mata kuliah di jurusan saya. Saya tertarik dan ingin mengikuti jejek beliau.

Waktu terus berjalan hingga akhir di masa perkuliahan, impian saya tersebut belum bisa diwujudkan. Setelah beberapa hari usai sidang skripsi saya mencoba menulis di B.Post bagian “komentar masyarakat” di halama mimbar opini. Pada waktu itu tema yang diberikan seputar “try out sebanyak tiga kali, melelahkan?”. Awalnya saya cukup pesimis dengan tulisan saya sendiri, apakah bisa masuk ke B.Post? karena disamping merasa kurang bagus, saya mengirimnya ke redaksi minggu sore.
Tanpa disangka, besok harinya (hari senin) waktu siap-siap pergi ke tempat kerja, tiba-tiba ada beberapa sms dari teman saya yang mengatakan tulisaan saya masuk B.Post, dengan perasaan yang kurang percaya saya mengucapkan syukur Alhamdulillah tulisan saya yang sederhana bisa diterima.

Dengan kejadian ini saya makin termotivasi untuk menulis walau sebatas komentar. Edisi berikutnya saya kemabali menulis dan mengirimkinnya, alhambdulliah tidak masuk, heee. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat saya untuk belajar “menulis”, minggu berikutnya saya coba, Alhamdulillah kembali bisa masuk setiap minggunya secara berturut-turut walaupun belum bisa menjadi yang terbaik.

Edisi terakhir saya mengubah identitas saya sebagai “guru honorer” tempat saya bekerja, karena identitas sebagai mahasiswa PMTK IAIN Antasari sudah diwisuda beberapa hari yang lalu. Hampir satu minggu saya menunggu apakah artikel/komentar saya masuk atau tidak. Di hari jum’at (28 April 2011), kembali saya membuka harian tersebut dan ternyata Alhamdulillah ada. Waktu di sekolahan, tepatnya di hari Sabtu, saya duduk santai di samping kelas, tiba-tiba salah seorang murid menghampiri dan mengucapkan selamat karena saya ada di b.post kemaren di mimbar opini. Waktu istirahat saya ke kantor dewan guru, Kepala Sekolah tiba-tiba menyapa dengan senyum manisnya “kamu kemaren masuk b.post”, beliau bangga karena identitas sekolah ada di sana.

Dengan kejadian ini guru-guru menjadi welcome, ada yang meminta buatkan cover penelitian, sementara ibu Kepsek meminta pendapat tentang penelitian beliau, saya merasa tersanjung dan merasa disayang. Dari hal ini ada beberapa hal positif yang dapat saya ambil khususnya dengan “menulis” kita dapat dikenal dan disayang. ”Tak kenal maka tak sayang”, maka dari itu kenalkan lah diri anda dengan melakukan kegiatan kecil dari hobi kita, dengan begitu kita bisa dikenal dan disayang.

Thursday, 6 January 2011

Meeting Makan Masuk Semua (MMS)



10 bulan lebih menjadi sang penyiar atau announcer di radio Mustika FM 105,1 Female Station In Banjarmasin. Kemaren tgl 5 Januari 2011 rapat pertama kali seluruh kru Mustika. Diawali dengan kehadiran Hesna yang bête sendirian nuggu teman, hee. Datang Ulie, baru aku, tak lama kemudian disusul Fadly. Disaat datang, Ulie atau Hesna minta dibawakan wadai (kue), tapi kada dibawakan akhirnya aku disuruh membeli gorengan, ya udah, tapi ternyata orang baru bikin adonannya, heeee
Disaat menunggu datang Didi, Mumu, kumpul-kumpul sambil nuggu Om Dayat pimpinan Mustika. Tak lama beliau tiba, rapat dimulai dengan kata-kata bijaka beliau nan syahdu yang intinya pentingnya keseriusan dan juga loyalitas.
Kemudian beliau menyerahkan kendali rapat kepada Yulian (Putra pimpinan Mustika), beliau senior, sekarang berkiprah di dunia radio di Surabaya. Dengan lantang dan tegas beliau sedikit berbagi pengalaman selama jadi penyiar. Tak dipungkiri beliaua adalah penyiar terbaik yang dimiliki oleh Kalimantan Selatan. Setalah itu mengungkapkan kemunduran radio di Banjarmasin yang disebabkan oleh penyiar (SDM) yang kurang memadai, kemudian juga segmen yang tidak berhasil khususnya Mustika yang memiliki segmen wanita dan orang dewasa namun tidak mengena.
Selanjutnya membicarkan masalah program baru yang merombak total program terdahulu dengan format lagu Indonesia full, disamping itu memberikan info atau tips ringan.
Dalam penyampaian beliau kami hanya bisa tercengan, meratapi begitu banyaknya kekurangan yang dimiliki, jauh dari penyiar yang sesungguhnya, terbukti dengan tidak memperhatikannya durasi bicara atau calling.
Setelah fix dengan program baru, setiap penyiar harus bebicara setiap calling dengan durasi 1 menit setiap kuadran. Kemudian merubah gaya Mustika menjadi Mustika Musik Indonesia.
Kemudian kami dites membuka acara, ternyata eh ternyata tidak ada yang benar, heeeeee. Dari situ kami mengetahaui perlunya mempromokan radio, untuk announcer belakangan ui, heee. Artinya sebelum berbicara kita harus mengungapakan atau memberitahu station radio kita berada.
Sambil sharing, sambil makan gorengan, ada juga yang merokok. Tanpa tersa kami duduk dan mendengarkan sudah 2 jam dari jam 11.30 – 13.30, laper bo! Alhamdulillah ada makanannya, tanpa ditutup langsung sikat!gkgkgkgk
Dengn adanya pertemuan tersebut banyak pelajaran yang saya dapat, dari permasalahan kemaren-kemaren, saya juga baru merasakan kebersamaan dan kekeluargaan kru Mustika. Dari pembicaraan yang panjang lebar dari Yulian namun penuh motivasi dan pelajaran, diantaranya menjadikan pekerjaan betul-betul pekerjaan yang menghasilkan uang, loyalitas, wawasan, gaya bicara, dan yang paling saya ingat latihan akan membawa keberhasilan yang memuaskan.
Dengan ini saya merasa terlahir kembali sebagai penyiar, setelah saya merasa pekerjaan tidak terlalu penting, karena terpengaruh something yang membuat hilangnya semangat. Yang lainpun secara mandiri meminta kriktikan dari yang lainnya, salut buat kita semua. Dan kini semangatku sudah kembali, ya Allah peliharalah semangat dan loyalitas hambaMu, Amieeeeeen!
I Love you Mustika

Wednesday, 1 September 2010

Mega Proyek Hotel DPR-RI (1,6 Triliun) belum Afdal Jika Belum Ditambah dengan Kenaikan Gaji dan Tunjangan!


-->
Kita patut kasihan kepada wakil rakyat ita yang ada di DPR-RI sana yang bekerja siang malam, tidak padang lelah memperjuangkan nasib rakyatnya yang sangat dicintainya. Sebelumnya mereka juga lelah memperjuangkan nasibnya sendiri dalam pemilu kemaren, bahka mereka rela melakukan apapun untuk mencapainya, dan yang belum beruntung ada sebagian yang stress bahkan gila, dan tidak sedikit yang hanya dililit utang karena kalah dalam pemilu. Jadi wajarlah mereka dibikinkan kantor kerja layaknya hotel bintang 5,5, lengkap dengan fasilitas istiraat, rekreasi, pijat, dll. Kalau boleh mengusul bikinkan juga diskoti biar biar bisa refreshing bagi yang stress atau wanita penghiburnya langsung, jadi pas bangat hotel binta 5,5, hahaaaa
Namun hal ini saya rasa masih kurang dibandingkan kinerja mereka, fasilitas gedung saja belum cukup, jadi bisa di tambah lagi dengan kenaikan gaji dan tunjanagn biar mudah mereka menentuka atau menetapkan undang-undang dan kebijakan, yang semua itu unutk kepentingan rakyat yang dicintainya.
Kenapa saya sebut hotel bintang 5,5? Kalau bintang 5 saja seperti yang saya sebutkan di atas sega;a fasilitasnya, nah klau 5,5 di tambah lagi dengan lapangan golf beserta ladiesnya. Bravo Anggota Dewan, perjuangkan hak kalian!!!!!!!!!! Rakyatmu siap menanggung segala sesuatunya. Jadi ibaratnya mereka yang memegang stik dan rakyat jadi bolanya, yang dipuku sekeras-kerasnya agar bisa dimasukkan ke lubang.
Wallahu’alam!